Pemkot Jayapura Tunggu Bantuan Insentif dari Kemenkes untuk Nakes Tangani Covid-19

Antara
Tenaga kesehatan yang menangani pasien terpapar virus corona di Papua. (Foto: Antara)

JAYAPURA, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura hingga kini belum menerima bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk pembayaran insentiftenaga kesehatan (nakes) yang terlibat dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Pemkot berharap pemerintah pusat segera mencairkan bantuan tersebut.

"Hingga kini belum ada bantuan dari Kemenkes terkait insentif bagi tenaga kesehatan yang tergabung dalam penanganan Covid-19 khususnya di wilayah Kota Jayapura," kata Wali Kota Jayapura Benhur Tomy Mano (BTM) di Jayapura, Senin (13/7/2020).

Benhur menjelaskan, Pemkot Jayapura memang sudah mengalokasikan dana untuk insentif nakes yang terlibat dalam tim dengan besaran bervariasi sesuai ketentuan. Insentif paling besar diberikan kepada dokter spesialis. Namun, pemkot masih membutuhkan bantuan dari pusat.

Dia juga telah menanyakan realisasi bantuan insentif nakes itu saat pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Jumat lalu (10/7/2020). Begitu juga melalui Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Kami masih menunggu realisasi bantuan insentif untuk para tenaga kesehatan yang terlibat dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19," ujar BTM.

Wakil Wali Kota Jayapura yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jayapura Rustam Saru secara terpisah mengatakan, saat ini ada lima dokter spesialis yang dikerahkan untuk memantau kondisi kesehatan pasien positif Covid-19 yang dikarantina di Hotel Said.

Lima dokter spesialis itu dari berbagai bidang yaitu paru, anak, kandungan, penyakit dalam dan jantung. Mereka didampingi empat dokter umum serta lima perawat dan dua orang petugas pengendali infeksi (PPI).

Ke-16 nakes itu diberi insentif. Sementara petugas lainnya seperti tenaga pelacak, surveilans hingga aparat keamanan diberikan uang lelah per hari sekitar Rp275.000 per orang.

"Tiap bulan, sekitar Rp1,1 miliar dana yang dialokasikan untuk tenaga kesehatan dan lainnya yang tergabung dalam penanganan Covid-19 di Kota Jayapura," kata Rustam.

Diketahui, jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Jayapura hingga Minggu (12/7/2020), secara kumulatif mencapai 1.319 orang. Rinciannya, 845 orang dirawat, 459 orang sembuh, dan 15 orang meninggal.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
1 hari lalu

Gempa Besar Magnitudo 5,9 Guncang Sarmi Papua

4 hari lalu

17 Orang Terlibat Jaringan Senjata Papua, Ada Pembeli hingga Penyandang Dana

4 hari lalu

DPO Jaringan Senjata dan Amunisi di Jayapura Ditangkap, Begini Perannya

4 hari lalu

Penyelundupan Amunisi ke PNG Digagalkan di Jayapura, 200 Peluru Amunisi Disita

16 hari lalu

Hadapi Lonjakan Kasus Influenza A, Kemenkes Siagakan Labkesda dan Faskes

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal