Ketiganya sebelumnya hendak memberikan bantuan berupa ternak anak babi, mengecek lahan cetak sawah, serta memberikan penyuluhan terkait peternakan.
Saat perjalanan kembali menuju Kabupaten Wamena, kendaraan yang ditumpangi ketiga korban diduga dihadang kelompok bersenjata. Mereka kemudian diperintahkan turun dari kendaraan dan digiring ke bagian belakang kendaraan.
Tak lama berselang, terdengar tiga kali letusan senjata api. Setelah melakukan penembakan, para pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian.
Dari penyelidikan dan informasi awal, polisi menduga para pelaku membawa dua pucuk senjata api laras panjang dan sejumlah parang saat meninggalkan lokasi.
Hingga kini, polisi masih mengembangkan kasus tersebut, termasuk mendalami motif serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
Aparat juga menyelidiki dugaan bahwa aksi tersebut dilakukan untuk mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menimbulkan rasa takut.
“Target mereka adalah mengganggu kamtibmas dan menimbulkan rasa takut di masyarakat. Karena itu, kami terus melakukan pengejaran dan pengembangan untuk mengetahui siapa saja yang terlibat,” katanya.