Pencarian 7 Penambang Emas di Kobar Dilanjutkan, Basarnas: Lubang Masih Banyak Air

Sigit Dzakwan Pamungkas
Satu tim SAR akan masuk ke lobang tambang guna mengevakuasi 7 korban yang masih hilang (Foto: iNews/Sigit Dzakwan)

KOTAWARINGIN BARAT,iNews.id - Petugas melanjutkan pencarian tujuh penambang di Sungai Seribu, RT 7, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Sabtu (21/11/2020). Kondisi sementara, lubang tambang masih dipenuhi dengan air.

Sebanyak 50 personel dari TNI Polri, BPBD, petugas SAR dan para penambang dikerahkan. Kasubdit Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi Basarnas Pusat Agus Haryono mengatakan, sebelum satu petugas SAR masuk lobang, tim melakukan pemetaan lokasi dalam tambang. Diketahui posisi tambang ada yang vertikal dan ada yang horizontal.

“Ini harus kita petakan matang-matang supaya disaat petugas SAR yang turun sudah mengetahui kondisi di bawah lubang tambang,” ujarnya.

Untuk diketahui, kedalaman lubang tambang mencapai total 65 meter. Di awal vertikal ke bawah 50 meter, kemudian horizontal sepanjang sekitar 30 meter dengan diameter 70 cm-80 cm baru vertikal lagi sekitar 15 meter.

“Dan di dalam itu masih ada ruang gang-gang kecil yang sulit diprediksi. Semoga hari ini proses evakuasi bisa berjalan lancar. Kendala berat yang dihadapi adalah di lubang tambang masih banyak berisi air. Dan bau menyebat busuk juga sudah sampai ke atas. Besar kemungkinan tujuh korban ditemukan dalam kondisi hidup," ucapnya.

Agus menambahkan, alat yang disiapkan satu anggota tim SAR di yang akan masuk lobang di antaranya, alat untuk membantu pernapasan bantuan, siapkan sistem tali dan teknikal untuk menarik penyelamat.

“Ini untuk mempermudah evakuasi begitu dia sampai di atas bisa langsung ditarik jika terjadi apa apa,” ujarnya.

Sebelumnya, Jumat (20/11/2020) ada tiga penambang emas yang kecelakaan kerja (laka) penambang emas rakyat di Sungai Seribu, RT 6, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

Ketiga korban berhasil dievakuasi di dalam lobang tambang oleh tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI Polri dan rekan sesama penambang emas pada Jumat 20 November 2020 sekitar pukul 11.30 WIB dan pukul 14.45 WIB.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
9 hari lalu

Speedboat Bawa 3 Polisi Hilang Kontak di Perairan Nabire, Diduga Hanyut Terbawa Arus

17 hari lalu

Beda Data dengan Basarnas, BNPB Catat Korban Luka Gempa NTT Tembus 1.182 Orang

18 hari lalu

Manggarai Timur Wilayah Terparah Terdampak Gempa NTT, 187 Warga Jadi Korban

30 hari lalu

Kapal Mati Mesin, 4 Nelayan Terombang-ambing di Perairan Gunung Anak Krakatau

1 bulan lalu

Basarnas Pastikan Tak Ada Korban Terjebak di Bangkai KM Mutiara Santosa 2

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal