Biografi Sultan Hasanuddin, Raja Gowa Sang Ayam Jantan dari Timur yang Ditakuti Belanda

Chocholie Cheline Gioh
Sultan Hasanuddin, Raja Gowa salah satu Pahlawan Nasional yang dijuluki sebagai Ayam Jantan dari Timur oleh Belanda. (Foto: Antara)

Pertempuran berlangsung di seluruh daerah Makassar hingga pada akhirnya Kesultanan Gowa terdesak dan semakin lemah. Dengan terpaksa, Sultan Hasanuddin menandatangani Perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667 di Bungaya. 

Pertempuran terjadi kembali pada Tahun 1669. Kompeni berhasil menguasai Benteng Somba Opu pada tanggal 24 Juni 1669. Karena tidak ingin terus-terusan berurusan dengan Belanda, Sultan Hasanuddin mengundurkan diri dari tahtanya dan wafat pada tanggal 12 Juni 1670. Dia dimakamkan di kompleks pemakaman raja-raja Gowa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. 

Namanya kini diabadikan untuk Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar, Universitas Hasanuddin, Kodam XIV/Hasanuddin dan KRI Sultan Hasanuddin dan Jalan Sultan Hasanuddin di berbagai kota di Indonesia.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

DPRD DIY Usul Gelar Pahlawan Nasional bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

57 tahun lalu

Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah di Nganjuk, Resmikan Groundbreaking Museum Buruh

57 tahun lalu

Profil Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ditetapkan Pahlawan Nasional

57 tahun lalu

Sesepuh Pesantren Buntet Cirebon Dukung Penuh Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

57 tahun lalu

Gus Dur Resmi Pahlawan Nasional, Keluarga dan Pesantren di Jombang Sujud Syukur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal