MAROS, iNews.id – Ribuan calon penumpang pengguna jasa transportasi udara di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengajukan reschedule (jadwal ulang) dan refund (pengembalian biaya) tiket, Senin (7/9/2026). Langkah ini diambil setelah puluhan penerbangan dari dan menuju Jakarta dibatalkan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penutupan operasional sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat paparan abu vulkanik membuat rute penerbangan vital Makassar–Jakarta lumpuh total.
Hingga Senin siang, antrean penumpang masih memadati area keberangkatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Mereka mendatangi loket maskapai untuk mencari kepastian jadwal maupun mengurus pengalihan rute penerbangan.
Sebagian penumpang memilih menunda keberangkatan hingga situasi ruang udara kembali kondusif. Namun, tidak sedikit penumpang yang memilih meminta pengembalian uang tiket (refund) untuk kemudian memesan penerbangan alternatif menuju Surabaya agar bisa melanjutkan perjalanan darat menuju Jakarta.
Hingga pukul 15.00 WITA, tercatat ada 38 jadwal penerbangan yang terdampak pembatalan.
"Hingga Senin siang, penerbangan dari dan menuju Jakarta masih dibatalkan. Tercatat ada sekitar 21 penerbangan kedatangan dan 17 penerbangan keberangkatan yang terdampak," ujar PGS General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Luqman Mardian, Senin (7/9/2026).
Jumlah pembatalan ini melandai jika dibandingkan dengan hari Minggu (6/9/2026) sebelumnya yang mencatatkan hingga 46 penerbangan dibatalkan.
Salah seorang calon penumpang tujuan Jakarta, Roganda Nainggolan, mengaku terpaksa mengubah rencana perjalanannya demi keselamatan penerbangan.
"Kami terpaksa mengalihkan rute atau menjadwal ulang karena kondisi bencana erupsi ini kan tidak bisa diprediksi. Yang terpenting adalah keselamatan penerbangan," kata Roganda.