Penyidik kemudian melakukan pendalaman. Dari pemeriksaan, polisi mengungkap dugaan penculikan tersebut ternyata hanya sandiwara yang dibuat EE.
Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar AKP Sangkala mengatakan, EE diduga sengaja membuat skenario seolah-olah dia menjadi korban penculikan.
“Namun setelah dilakukan pendalaman, ditemukan fakta bahwa yang melakukan pengancaman bahwa anak itu diculik dan sebagainya korban itu sendiri. Dia membuat sandiwara dengan alasan untuk bisa mendapatkan uang dari orang tuanya,” kata AKP Sangkala dikutip dari iNews Celebes, Kamis (13/8/2026).
Menurut polisi, uang yang diminta kepada orang tua tersebut rencananya digunakan EE untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup.
“Berdasarkan hasil penelusuran dan interogasi bahwa atas uang tersebut digunakan sendiri untuk kegiatan sehari-hari. Berfoya-foya, seperti itu,” ucapnya.