Pemberontakan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan, Sang Mantan Pengawal Bung Karno

Donald Karouw
Kahar Muzakkar, pemimpin pemberontak DI/TII di Sulawesi Selatan. (Foto : YouTube)

Pemerintah hanya bersedia memasukkan eks KGSS ke dalam Korps Cadangan Militer. Hal itu tentu tak sesuai harapannya. Di situlah kekecewaan Kahar memuncak.

Gerakan pasukannya berkekuatan sekitar 15.000 pengikut mengatasnamakan agama dan sepak terjangnya lebih kepada melancarkan teror kaum aristokrat serta para bangsawan yang bertentangan dengannya.

Memasuki tahun 1965, pasukan Kahar mulai terdesak. Pada 3 Februari, Kahar disergap pasukan Siliwangi dari Batalyon 330 Kujang I, tepatya di tepi Sungai Lasolo, Kendari. Kahar ditembak Kopral Sadeli dan langsung tersungkur tewas. Juli 1965, seluruh pengikutnya menyerahkan diri di Gerungan.

Tapi ada beragam spekulasi soal Kahar, terlebih jenazah dan kuburannya tak pernah diungkap. Pangdam Hassanudin ketika itu, Kolonel Jusuf yang membawahi Operasi Kilat tak pernah mau buka mulut soal jenazah dan pusara Kahar Muzakkar.

Ada berbagai rumor soal Kahar, mulai dari jenazahnya dibawa ke Jakarta, dimakamkan di Kendari, dikebumikan dekat Bandara Makassar sampai rumor yang menyatakan dia sebenarnya masih hidup.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mobil Terbakar usai Isi BBM di SPBU Pangkep, Polisi Temukan Jeriken Berisi Bensin

57 tahun lalu

ODGJ Lempari Pengendara dan Rusak Toko di Pangkep, Berujung Ditangkap Warga

57 tahun lalu

Kebakaran Rumah di Maros, Balita 4 Tahun Tewas Terjebak Kobaran Api

57 tahun lalu

Heboh 326 Kepala SMA-SMK di Sulsel Mundur Massal usai Temuan BPK, Ini Respons Kadisdik

57 tahun lalu

Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal