Tak Ada Listrik, Warga di Kupang Harus Bayar Rp5.000 untuk Charge Ponsel

Antara
Seorang warga korban banjir bandang di Flores Timur. (Foto: Antara).

KUPANG, iNews.id - Pemadaman listrik di sejumlah daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat warga kesulitan. Mereka bahkan harus membayar Rp5.000 untuk sekadar mengisi ulang daya batrai (charge) ponsel.

Hal ini dialami seorang mahasiswa di Kota Kupang, Aditya. Dia harus membayar sejumlah uang agar ponselnya bisa kembali menyala dan bisa berkomunikasi dengan keluarga.

"Bayar Rp5.000 untuk charge ponsel supaya bisa tetap berkomunikasi dengan orang tua," kata Aditya di Kota Kupang, NTTT, Selasa (6/4/2021).

Meskipun ponselnya menyala, kata dia, belum tentu bisa langsung berkomunikasi. Sebab tidak semua lokasi dapat dijangkau jaringan telepon, sehingga harus mencari sinyal.

"Di dalam Kota Kupang, sinyal bisa tapi harus mencari lokasi yang tepat," katanya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
29 hari lalu

Perkuat Struktur di NTT, Perindo Tunjuk Eks Kepala BKPPD Ade Manafe Pimpin Kota Kupang

1 bulan lalu

Pemadaman Listrik di Sekitar Stasiun Gubeng, Kereta Api Tetap Berjalan Normal

2 bulan lalu

Calon Penumpang Gagal Berangkat, Pria di Kupang Ditangkap Jual Tiket Kapal Pelni Palsu

2 bulan lalu

Bukittinggi Gelap Gulita Imbas Blackout Sumatra, Kunjungan Wisatawan Jam Gadang Anjlok

2 bulan lalu

Pemadaman Listrik di Sumatera, Pelaku Usaha Keluhkan Omzet hingga Khawatir Kriminalitas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal