MAROS, iNews.id - Warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Valenth Alexie Tamboto (24), ditemukan tewas mengenaskan dalam kamar mes perusahaan tempatnya bekerja di Kota Yerevan, Armenia. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, tangan dan kaki korban ditemukan terikat lakban saat pertama kali ditemukan.
Kasus tersebut menjadi perhatian setelah informasi kematian Valenth beredar luas di media sosial yang diduga karena dibunuh teman kerja sesama WNI. Keluarga menduga korban mengalami tindak kekerasan yang melibatkan rekan kerjanya sesama WNI, tetapi penyebab kematian dan motifnya masih menunggu hasil penyelidikan resmi otoritas Armenia.
Adik korban, Arnold Laurenc Tamboto, mengatakan keluarga memperoleh kabar dari rekan kerja Valenth yang berada di negara berbeda.
"Saya dapat kerja dari rekan kerjanya tapi di negara berbeda. Kami diberi tahu kakak saya ditemukan sudah terbujur kaku dalam kamarnya," ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Peristiwa itu terungkap setelah Valenth tidak dapat dihubungi dan tidak terlihat keluar dari kamar sejak hari liburnya. Rekan-rekan kerja yang curiga kemudian membuka kamar korban menggunakan kunci cadangan. Korban ditemukan dalam kondisi tertutup selimut dan sudah meninggal dunia, dengan bagian mulut serta leher dilakban.