Konstruksi juga tumbuh 8,41 persen (yoy) sejalan dengan peningkatan realisasi penanaman modal dalam negeri.
Lapangan usaha yang pertumbuhannya melambat adalah industri pengolahan yang hanya tumbuh 7,71 persen (yoy), disebabkan penurunan kinerja industri pengolahan minyak nabati.
Demikian halnya dengan transportasi dan pergudangan dengan pertumbuhan 0,05 persen (yoy), yang disebabkan oleh penurunan kinerja angkutan udara.