BKSDA Ajak Masyarakat Sulawesi Utara Tidak Konsumsi Satwa Liar

Antara
Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, Askhari Dg. Masikki mengajak masyarakat tidak mengonsumsi satwa liar. (Foto: Antara)

Dikemukakannya bahwa populasi satwa endemik Sulut seperti anoa dan babi rusa cenderung menurun, bahkan hampir tidak ditemukan lagi karena sudah menjauh dari kawasan hutan.

Kondisi tersebut, kata dia, agak berbeda dengan populasi satwa endemik tersebut di Kawasan Taman Nasional Botani Nani Wartabone Kabupaten Bolaang Mongondow.

"Di kawasan suaka margasatwa Nantu, Provinsi Gorontalo populasi kedua satwa liar tersebut masih banyak ditemukan, tapi di beberapa tempat di Sulut sudah jarang terlihat," katanya.

Dia mengatakan, di provinsi ujung utara Sulawesi tersebut sudah dilakukan penangkaran Anoa sebagai upaya pelestarian satwa agar tidak punah keberadaannya.

"Paling penting adalah kami mengajak masyarakat untuk tidak mengonsumsi satwa liar termasuk di dalamnya jenis satwa endemik Sulawesi seperti Anoa, Babi Rusa, Macaca Nigra, Tarsius bahkan burung Maleo," demikian Askhari Dg Masikki.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
12 hari lalu

Kawasan Taman Nasional Way Kambas Lampung Kembali Terbakar, Habitat Gajah Terancam

1 bulan lalu

Pilu! Induk Orangutan Luka Bakar Ditemukan Bersama Bayinya di Tengah Karhutla Kalteng

1 bulan lalu

Paus Raksasa 8 Meter Ditemukan Mati di Hutan Bakau Inhil, Beratnya 4 Ton

2 bulan lalu

Viral Gajah Zidan Dirantai 3 Tahun di Kebun Binatang Bukittinggi, BKSDA Sumbar Buka Suara

2 bulan lalu

Dramatis! BKSDA Evakuasi Induk dan Bayi Orangutan yang Terjebak Karhutla di Sampit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal