Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terpapar Asap Pekat Karhutla, Orangutan di Ketapang Ditemukan Pingsan
Advertisement . Scroll to see content

Dramatis! BKSDA Evakuasi Induk dan Bayi Orangutan yang Terjebak Karhutla di Sampit

Kamis, 03 September 2026 - 22:33:00 WIB
Dramatis! BKSDA Evakuasi Induk dan Bayi Orangutan yang Terjebak Karhutla di Sampit
Tim BKSDA Kalteng mengevakuasi dua orangutan yang terjebak karhutla di Sampit, Kotawaringin Timur. (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

SAMPIT, iNews.id –Tim Rescue Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) SKW 2 Pangkalan Bun mengevakuasi dua orangutan yang terjebak di tengah area bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Dua orangutan yang merupakan pasangan induk dan anaknya tersebut ditemukan bersarang di atas pohon yang sudah layu dan keropos akibat dilalap api. 

Proses penyelamatan satwa endemik ini berlangsung sangat dramatis karena terpaksa dilakukan pada malam hari. Diduga kuat, pasangan induk dan bayi orangutan tersebut baru saja berpindah tempat karena habitat asal mereka telah hangus terbakar.

Perjuangan tim gabungan di lapangan tidak mudah. Petugas harus berjalan ekstra hati-hati menembus lahan gambut yang masih menyimpan bara api tersembunyi dan memancarkan hawa panas menyengat.

"Evakuasi harus segera kami lakukan malam itu juga. Kami khawatir jika ditunda hingga pagi, orangutan akan berpindah lokasi dan membuat sarang baru di area rawan lainnya. Keberadaan mereka pertama kali dipantau oleh anggota TNI yang sedang patroli karhutla, yang langsung melaporkannya ke BKSDA Pos Sampit," ujar Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, Kamis (3/9/2026). 

Setibanya di lokasi, tim medis langsung melakukan penanganan cepat agar kedua satwa tidak mengalami stres berat. Hasil pemeriksaan kesehatan awal menunjukkan kondisi induk dan bayi orangutan dalam keadaan relatif baik. 

"Meskipun kedua orangutan sempat terpapar asap karhutla, kondisinya tidak terlalu parah dan secara umum stabil, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara fatal," ungkap Staf Medis Orangutan Foundation International, drh Ichlasul Khaerul.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut