Budaya Makan Kucing di Sulawesi Utara, Bukan Hanya Soal Rasa

Cahya Sumirat
Budaya makan kucing di Sulawesi Utara masih dilakukan sebagian orang meski hewan ini bukan hewan ternak. (Foto: MPI/Cahya Sumirat)

MINAHASA, iNews.id - Budaya makan kucing di Sulawesi Utara sebagian orang masih melakukannya dan masih ada hingga sekarang. Hal ini tak hanya terkait dengan rasa dan selera namun mitos yang menyertainya.

Selama ini daging kucing masih ada yang menjualnya. Dagingnya masih bisa dijumpai di pasar dan rumah makan tertentu hingga ada pula yang memasaknya di rumah sebagai sajian seperti halnya ikan pada umumnya.

Warga Minahasa menyebut daging kucing dengan nama ikang tusa. Mengonsumsinya dengan tujuan untuk merekatkan warga tetap rukun sebagai interaksi sosial antara individu dan individu yang lain.

Hal tersebut terlepas dari anggapan bagi kebanyakan orang, kucing merupakan hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan. Tapi bagi penggemar kuliner ekstrem, dagingnya enak disantap.

Budaya makan kucing di Sulawesi Utara, kenapa masih ada hingga sekarang, selain karena memang hobi makan daging kucing, sebagian besar warganya pun piawai meramu bumbu masakan hingga daging kucing nikmat disantap.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
3 hari lalu

Bikin Geram! Pria Lempar Kucing dari Lantai 5 Rusunawa Brantas Probolinggo hingga Mati

12 hari lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 4,9 Guncang Pulau Karatung Sulut

14 hari lalu

Perkuat Kapasitas dan Soliditas Organisasi, Perindo Sulut Jadikan Pendidikan Politik Ruang Konsolidasi Kader

15 hari lalu

Demi Selamatkan Kucing, Damkar Turun ke Sumur Sedalam 15 Meter di Tuban

30 hari lalu

Vaksin Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan di Purwakarta, Kucing hingga Musang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal