Cerita Pelaku UMKM di Minut yang 5 Bulan Mati Suri dan Bertahan di Tengah Pandemi

Subhan Sabu
Produk UMKM oleh-oleh khas Sulut nike tore Manado. (foto: Okezone/Subhan Sabu)

"Maret hingga juli itu paling berat. Ada produksi tapi hanya 10 persen, permintaan ada tapi hanya sedikit dan tidak pasti," katanya.

Di tengah ketidakpastian itu tak membuat Mey menyerah. Dia tetap bertahan. Baginya, di mana ada usaha dan kesabaran pasti ada jalan. Perlahan namun pasti, semangatnya berbuah hasil. Satu persatu permintaan mulai berdatangan.

Sejak Agustus hingga November, pelanggan tetap mulai meminta produknya. Toko souvenir dan ritel modern mulai kembali memasarkan produknya, begitu pun dengan penjualan online.

"Meski belum berjalan normal seperti biasa, namun saya sudah kembali mempekerjakan tiga orang ibu rumah tangga. Sebulan rata-rata bisa menjual 1.200 kemasan nike tore ukuran 120 gram. Untuk omset sekarang per bulan Rp15-Rp20 juta," ucapnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
4 hari lalu

Partai Perindo Fasilitasi 80 Pelaku UMK Bogor Dapat Sertifikat Halal

1 bulan lalu

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pelantikan Pemuda Perindo Banten Fokus Berdayakan UMKM Muda

1 bulan lalu

DPW Perindo Kalbar Resmikan Warkop Perindo untuk Perluas Pasar UMKM dan Produk Lokal

1 bulan lalu

Dari Legalitas hingga Modal, Partai Perindo Jabar Perkuat Pembinaan agar UMKM Naik Kelas

2 bulan lalu

Mahfud Masuara Dorong Inkubator Bisnis Palu Masuk Fase Kedua, Pastikan UMKM Miliki Pasar Berkelanjutan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal