China Belum Minta Warganya Tinggalkan Ukraina saat Banyak Negara Khawatir

Anton Suhartono
Wang Wenbin (Foto: Reuters)

Dia memerintahkan sebagian besar staf kedutaan besar AS di Kiev untuk meningglkan Kiev. Sebelumnya AS sudah mendesak warganya untuk segera meninggalkan Ukraina menggunakan penerbangan komersial. Pemerintah tak menyediakan penerbangan bantuan. 

Lebih lanjut Blinken menegaskan, jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan terkait krisis Rusia-Ukraina tetap terbuka. Rusia didesak untuk menurunkan eskalasi di perbatasan. 

Gambar satelit menunjukkan Rusia menambah kekuatan  di perbatasan Ukraina di samping sekitar 100.000 kekuatan yang sudah disiagakan di bagian perbatasan lainnnya. 

"Jangan bepergian ke Ukraina karena meningkatnya ancaman aksi militer Rusia dan Covid-19. Mereka yang berada di Ukraina harus pergi sekarang melalui sarana umum atau pribadi," bunyi pernyataan Departemen Luar Negeri AS. 

Rusia membantah rencana untuk menyerang Ukraina, namun mendesak AS dan sekutunya untuk berjanji tidak akan menerima Ukraina sebagai anggota NATO, tidak mengerahkan persenjataan, dan membatalkan pengerahan kekuatan militer ke Eropa Timur. Namun, permintaan itu ditolak oleh AS dan NATO.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
3 hari lalu

Rendi Apriyanto WNI asal Natuna Tewas dalam Serangan Drone Ukraina di Rusia

9 hari lalu

Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya

17 hari lalu

Tombak Penyu lalu Dikonsumsi, Instruktur Selam asal China Ditangkap Imigrasi Makassar

23 hari lalu

Jebakan Lowongan Admin Kripto! 3 WNA China Diduga Dalang Sindikat Scamming di Sidoarjo

25 hari lalu

Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi, Sempat Tutup 2 Hari akibat Abu Erupsi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal