"Sisa-sisa keraton sudah tidak ada lagi karena terkena bom pada perang dunia ke II," kata Al Buchari, Imam Masjid Al Muttaqin tersebut.
Dahulu menurut Al Buchari, Kampung Jawa membentang luas dari kompleks rumah dinas gubernuran sekarang, di Kelurahan Bumi beringin sampai ke Pondol. Kampung Jawa merupakan tempat tinggal dari pengikut Kanjeng Ratu Sekar Kedaton dan para abdi dalem keraton.
"Ayah saya KH Abdurahman Al Buchari dulu sering ambil blasting (iuran) kepada mereka penghuni Kampung Jawa. Per bulannya 1 quart, setara 25 sen," katanya yang selama 20 tahun menjadi juru kunci makam.
Sekarang tinggal sedikit warga Jawa pengikut Kanjeng Ratu Sekar Kedaton yang tersisa di kompleks rumah dinas gubernuran tersebut.
"Dari semua tinggal satu saja abdi dalem keraton yang masih hidup, ayah dari Yasti Soepredjo, Bupati Bolaang Mongondow sekarang, yang lainnya sudah meninggal," ucapnya.