Jejak Permaisuri dan Anak Sri Sultan Hamengku Buwono V yang Dimakamkan di Manado
Di depan kompleks makam Kanjeng Ratu Sekar Kedaton dan putranya, terdapat juga makam dari ulama pejuang perang Cilegon, Banten 1888 Syech Mas M Arsyad Thawil AlBantani yang wafat pada 19 Maret 1934.
Di Manado, Kanjeng Ratu Sekar Kedaton dan putranya bersama para pengikut menetap di Kampung Pondol. Pondol berasal dari Bahasa Bantik yang artinya ujung. Pada waktu itu Pondol terbagi dua yakni, Pondol Keraton dan Pondol Raden Mas.
"Kampung ini namanya Pondol, di sebelah Pondol Keraton dan di sini Pondol Raden Mas karena ada anaknya," ujar Haji Muhammad Al Buchari (77) bekas juru kunci makam Kanjeng Ratu Sekar Kedaton dan anaknya, beberapa waktu lalu.
Yang dimaksud Pondol Keraton oleh Al Buchari merupakan Kampung Pondol tempat berdirinya sebuah keraton yang diperkirakan berada di antara Gereja GPdI Pusat Manado dan sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan Sam Ratulangi 4 sekarang ini.
Sementara Pondol Raden Mas berada di Masjid Al Muttaqin, Jalan Sam Ratulangi 5 yang diyakini merupakan tempat tinggal dari putra Sultan Hamengku Buwono V. Dahulu Masjid Al Muttaqin berada di dekat pantai, karena terkena abrasi dipindahkan ke lokasinya sekarang ini. Masjid Al Muttaqin di Pondol ini merupakan masjid tertua di Manado.