Selain itu, perempuan melamar pria—apalagi jika dilakukan di depan umum—dianggap menentang tradisi alias tak lazim bagi masyarakat Pakistan yang sangat patriarkat.
The Straits Times melansir, meski dianggap bersalah dan dijatuhi sanksi berat oleh pihak universitas, pasangan itu menolak untuk meminta maaf.
“Kami tidak melakukan kesalahan apa pun, dan kami tidak menyesal karena melakukan ini,” cuit Hadiqa Javaid, nama mahasiswi yang dipecat itu.
“Adakah yang bisa menjelaskan kepada kami, kesalahan apa yang kami lakukan dengan lamaran di depan umum di Universitas Lahore?" ucap kekasih Javaid, Shehryar Ahmed.
Ahmed menambahkan, sebelumnya ada banyak pasangan lain yang juga menggelar lamaran di depan publik lain di kampus Pakistan.
Beberapa universitas di Pakistan menerapkan peraturan ketat untuk menegakkan norma budaya dan agama. Tak sedikit perguruan tinggi di negeri tetangga India itu melarang mahasiswi mengenakan jeans, tank-top, atau makeup