POHUWATO, iNews.id - Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) tragedi longsor tambang ilegal di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, terkendala akibat longsor susulan yang terjadi hingga enam kali. Kondisi tersebut membuat tim Satreskrim Polres Pohuwato harus mundur demi keselamatan.
Longsor di area pertambangan emas ilegal tersebut menewaskan lima orang dan menyebabkan satu korban lainnya masih menjalani perawatan. Polisi hingga kini memastikan jumlah korban tetap enam orang karena belum menerima laporan tambahan mengenai orang hilang.
Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Marupa Sagala mengatakan lokasi kejadian merupakan wilayah perbukitan yang memiliki risiko tinggi terjadi longsor.
"Di sana daerah perbukitan. Saat olah TKP terjadi longsor susulan sebanyak enam kali sehingga tim mundur. Kegiatan selanjutnya memeriksa saksi-saksi, baik korban, keluarga, intinya pendalaman terkait aktivitas para korban di lokasi kejadian," ujarnya, Jumat (14/8/2026).
Menurut Kombes Marupa, kondisi lokasi yang mudah mengalami pergerakan tanah menjadi salah satu kendala dalam proses penyelidikan. Tim harus memperhatikan faktor keselamatan selama melakukan pemeriksaan di area tambang tersebut.