Umat Islam Tolak Film Tragedi Penembakan Masjid Selandia Baru

Anton Suhartono
Brenton Tarrant merekam dan menyiarkan langsung aksinya menembak jemaah Sholat Jumat di masjid Christchurch di Facebook (Foto: L4)

"(Film ini) Kisah yang menginspirasi tentang respons seorang pemimpin muda terhadap peristiwa tragis," ujarnya.

Seniman muslim Mohamed Hassan mempertanyakan bahwa film ini akan fokus pada respons pemerintah.

"Ini bukan kisah yang menginspirasi. Ini adalah tragedi yang harus selalu berpusat di sekitar para muslim yang menjadi korban serta keluarga mereka, bukan orang lain," kata pria yang juga jurnalis di Auckland itu.

Penolakan film 'They Are Us' ramai di media sosial sehingga menjadikan tanda pagar #TheyAreUsShutDown trending di Twitter Selandia Baru.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
10 hari lalu

Tukang Tambal Ban di Boyolali Ditembak OTK 5 Kali, Luka di Hidung hingga Dada

10 hari lalu

Cekcok saat Pesta Tuak, Pria di Simalungun Tembak Tetangga di Dada

10 hari lalu

Pria di Labuhanbatu Ditembak usai Tepergok Curi Sawit, Warga Geruduk Kantor Perusahaan

31 hari lalu

Jenazah Aris Sanda Sopir Tewas Ditembak di Jayawijaya Dipulangkan ke Toraja

1 bulan lalu

Komnas HAM Kecam Penembakan 3 ASN Jayawijaya: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Bunuh Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal