Akses Jalan di Sumbar Sudah Terbuka, Daerah Terdampak Banjir Kini Bisa Dijangkau

Binti Mufarida
Suasana pengungsi korban banjir di Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumbar. (Foto: Ist)

“Alhamdulillah, seluruh pihak sudah bergerak. Dari pemerintah pusat, DPR, hingga dunia usaha turun langsung membantu. Ini bentuk nyata kebersamaan,” kata Mahyeldi.

Kerusakan akibat Banjir Sumbar 2025 dinilai masif. Tercatat 121 jembatan mengalami kerusakan, puluhan kilometer jalan terputus, serta fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, pertanian, dan infrastruktur publik lain terdampak. Masa tanggap darurat berlangsung hingga 8 Desember 2025.

“Sekarang bukan waktunya saling menyalahkan. Saatnya kita bersatu membantu masyarakat. Sinergi ini harus dijaga agar proses pemulihan dan rehabilitasi berjalan cepat,” ucapnya.

Pemerintah menargetkan normalisasi akses dan percepatan distribusi bantuan sebagai langkah awal pemulihan.

Mahyeldi juga mengajak masyarakat yang tidak terdampak untuk ikut membantu.

“Kita berharap masyarakat yang tidak terdampak ikut bergotong-royong membantu saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Dengan kebersamaan, insyaallah kita bisa pulih lebih cepat,” katanya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemerintah Kirim 22,7 Ton Bantuan lewat Udara untuk Pengungsi Banjir di Sumbar

57 tahun lalu

Kemenkes Identifikasi 10 Penyakit Terbanyak Pengungsi Banjir di Sumbar, ISPA Tertinggi

57 tahun lalu

BNPB Pastikan Jaringan Listrik di Sumbar Pulih 100 Persen

57 tahun lalu

Wapres Gibran Naik Motor Tinjau Posko Banjir di Sumbar

57 tahun lalu

Polda Riau Kirim Peralatan ke Aceh dan Sumbar untuk Bersihkan Lokasi Terdampak Banjir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal