Dia menilai, kepedulian terhadap sesama tidak cukup hanya disampaikan melalui rasa simpati, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Menurutnya, bencana dapat terjadi di mana dan kapan saja sehingga semangat gotong royong harus terus dijaga.
“Kami juga mengajak berbagai pihak di Sumbar untuk bersama-sama mendukung gerakan kemanusiaan ini. Ketika Kota Padang mengalami gempa bumi pada 2009 dan bencana hidrometeorologi pada 2025 lalu, banyak pihak yang datang membantu. Karena itu, saat saudara-saudara kita di NTT menghadapi musibah, sudah sepatutnya kita hadir dan memberikan bantuan,” katanya.
Dia juga menekankan, pentingnya kebersamaan dalam membantu masyarakat yang tengah menjalani masa pemulihan setelah bencana.
“Ketika bencana terjadi, tentu kita harus mengikhlaskan bahwa ini adalah sebuah cobaan. Setelah itu, kita harus bekerja keras dan berupaya meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak. Inilah esensi dari pertemuan kita pada hari ini,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar menyampaikan, 700 kilogram rendang telah lebih dahulu dikirim menggunakan penerbangan TNI Angkatan Udara (AU).