Selain sarjana, lanjut Pitono, pengangguran di Sumbar didominasi oleh tamatan SMK sebanyak 7,72 persen; SMA 5,13 persen; diploma 4,04 persen, dan SMP 5,49 persen.
“Angkatan kerja di Sumbar pada Februari 2020 masih didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan rendah yaitu SMP ke bawah sebesar 1,38 juta orang atau 51,69 persen,” kata dia.
Sementara itu, kata Pitono, penduduk bekerja berpendidikan SMA sederajat berjumlah 836.000 orang atau 31,41 persen; berpendidikan tinggi 449.000 orang atau 16,89 persen terdiri atas diploma 122.000 ribu orang dan sarjana 327.000 orang.
"Artinya penawaran tenaga kerja yang tidak terserap didominasi oleh diploma dan mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau bekerja apa saja," katanya.
Sementara berdasarkan lapangan pekerjaan utama pada Februari 2020 masih didominasi sektor pertanian sebanyak 888.000 orang, sektor perdagangan 535,38 ribu orang dan industri pengolahan 242.000 orang.
“Kemudian pada Februari 2020 sebanyak 1,01 juta orang atau 37,95 persen bekerja pada sektor formal dan 1,65 juta orang atau 62,05 persen bekerja pada sektor non-formal,” katanya.
Jumlah penganggur pada Februari 2020 mencapai 146.000 orang dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,22 persen.