"Kami melakukan penghalauan terhadap harimau bersama puluhan warga dan petugas, penghalauan dilakukan dengan membuat suara atau bunyi-bunyian dengan meriam karbit," kata dia..
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Solok Jon Firman Pandu meminta petugas BKSDA Sumbar mengevakuasi ketiga harimau yang bisa membahayakan warga tersebut.
"Kemarin kami bersama tim juga sudah meninjau lokasi bersama petugas. Ini sudah sangat mengkhawatirkan, kami minta pihak terkait memprioritaskan evakuasi harimau dari sekitar kawasan perladangan warga," kata dia.
Sebelumnya pada 15 Mei 2020, enam warga terjebak di hutan ladang masyarakat Rimbo Singo-Singo, Jorong Baringin, Nagari Gantung Ciri. Mereka diadang oleh tiga Harimau Sumatera.
"Ada sekitar tiga Harimau Sumatera berkeliaran di sekitar ladang warga. Akibatnya empat orang petani terjebak di pohon dan dua lainnya terjebak di dalam pondok,” kata Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Solok Efriadi di Arosuka.
Efriadi menyebutkan ke enam warga tersebut adalah Cimul (35), Alex (35), Yuh (37), Rulek atau Celuk (25), Hanif atau Dukun (30) dan Aipda Riko Saputra yang juga Kanit Buser Polres Solok.