Waspada Zat Berbahaya, Sekolah Diminta Monitor Jajanan Siswa

Antara
Ilustrasi jajanan anak sekolah. (Foto: Okezone).

DHARMASRAYA, iNews.id - Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, meminta sekolah berperan aktif dalam mengawasi jajanan yang dijual kepada pelajar di lingkungannya masing-masing.

"Sekolah dalam hal ini, kepala sekolah dan guru harus menyampaikan bahaya mengonsumsi jajanan yang menggunakan pemanis buatan kepada anak-anak," kata dia di Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (7/2/2019).

Hal ini disampaikannya pada kegiatan sosialisasi keamanan pangan kepada kepala sekolah dasar se-Dharmasraya. Menurut dia, berdasarkan uji laboratorium Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat sekitar 87,5 persen dari sampel jajanan yang uji positif mengandung residu siklamat.

Dengan mengandung zat tersebut, kata dia, jajanan tersebut sudah melampaui ambang batas kesehatan atau melebihi 350 gram per kilogram. Residu siklamat berasal dari penggunaan pemanis buatan untuk makanan dan minuman yang dijual pedagang.

"Residu siklamat itu bila dikonsumsi secara terus menerus dapat menimbulkan berbagai penyakit antara lain sakit kepala, diare, sakit perut, alergi, impotensi, kanker, dan penurunan daya ingat," kata dia.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
6 hari lalu

17 Siswa SD di Medan Muntah Usai Santap MBG, Guru Panik

10 hari lalu

Warga Demo Sekolah Buntut Siswa SD di Pemalang Meninggal Diduga Di-bully Kakak Kelas

13 hari lalu

Kronologi Bocah SD di Pemalang Tewas Diduga Di-bully Kakak Kelas

13 hari lalu

Polisi Periksa Sejumlah Saksi terkait Kematian Bocah SD Pemalang Korban Bullying

13 hari lalu

Polisi Autopsi Jenazah Siswa SD Diduga Korban Perundungan di Pemalang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal