Petani di Sumsel Tak Masalahkan Subsidi Pupuk Dihapus, Simak Alasannya

Antara
Pupuk bersubsidi. (Foto: Ilustrasi/ist)

Akibat tidak melakukan pemupukan pada musim tanam pertama tersebut, produktivitas petani setempat menurun drastis dari 5-6 ton per Hektare menjadi 3 ton per Hektare.

Demi menyelamatkan produktivitas sawah pada musim tanam kedua ini, petani akhirnya terpaksa membeli pupuk komersial dengan harga Rp500.000 per karung. (Kebutuhan 6 karung per Hektare). Sementara harga pupuk subsidi berkisar Rp110.000 per karung.

“Dengan keadaan ini, kami tidak masalah jika pupuk subsidi dihentikan, asalkan kami tidak sulit mendapatkan pupuk dan harganya terjangkau. Tidak seperti saat ini,” katanya.

Keinginan ini juga disampaikan, Ilham, petani Desa Muara Dunia, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Dirinya tak mempermasalahkan jika pupuk subsidi ini dihapuskan oleh pemerintah.

“Tidak ada gunanya juga, kami pun sulit mendapatkan pupuk. Masih juga terpaksa beli pupuk komersial yang harganya mahal karena barang sedikit,” kata dia.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sumsel Terima Rekor MURI di Tengah Pandemi

57 tahun lalu

Sumsel Kembali Terima 30.950 Vaksin, Segera Dikirim ke 17 Daerah

57 tahun lalu

Sumsel Perjuangkan Pempek Jadi Warisan Budaya ke Unesco

57 tahun lalu

Sumsel Mulai Alami Fenomena Hari Tanpa Bayangan, Cek Wilayahnya

57 tahun lalu

Sumsel Kerahkan Seluruh Kekuatan Cegah Karhutla

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal