Petani di Sumsel Tak Masalahkan Subsidi Pupuk Dihapus, Simak Alasannya

Antara
Pupuk bersubsidi. (Foto: Ilustrasi/ist)

Ilham menyampaikan kondisi ini semakin menyulitkan petani, karena harga gabah juga anjlok hanya Rp3.500 per Kg, atau turun dari Rp4.000—4.200 per Kg.

“Jika dihitung, saat ini modal kami untuk satu Hektare Rp10 juta, sementara yang didapatkan setelah panen setelah dihitung biaya produksi, benar-benar tidak imbang. Jika dibagikan hanya Rp10.000 per hari (satu kali musim tanam Rp4 bulan),” kata dia.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Riezky Aprilia mengatakan legislatif sudah mengetahui persoalan yang terjadi di tingkat petani dalam skema penyaluran pupuk subsidi ini.

“Senin (29/3/2021) kami akan rapat dengan tiga kementerian terkait, untuk mempertanyakan persoalan pupuk subsidi ini. Jika memang tidak berdampak ke petani, bisa jadi program ini dicabut saja,” kata Riezky.

Menurutnya, dana yang sudah dialokasikan untuk pupuk subsidi senilai Rp3,3 triliun itu dapat dialihkan ke program lain yang lebih tepat sasaran semisal program pascapanen subsidi harga gabah.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sumsel Terima Rekor MURI di Tengah Pandemi

57 tahun lalu

Sumsel Kembali Terima 30.950 Vaksin, Segera Dikirim ke 17 Daerah

57 tahun lalu

Sumsel Perjuangkan Pempek Jadi Warisan Budaya ke Unesco

57 tahun lalu

Sumsel Mulai Alami Fenomena Hari Tanpa Bayangan, Cek Wilayahnya

57 tahun lalu

Sumsel Kerahkan Seluruh Kekuatan Cegah Karhutla

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal