Tahanan Polsek Lubuklinggau Utara Tewas Luka Lebam, Begini Respons Polda Sumsel

Era Neizma Wedya
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi. (Foto: Dede F)

Tidak lama kemudian atau sekitar pukul 18.30 WIB, pihak keluarga mendapat kabar Hermanto sudah sudah meninggal dunia di rumah sakit.

Kahar, adik Hermanto kepada wartawan mengatakan, Hermanto ditangkap polisi di depan rumahnya sekitar pukul 16.00 WIB sore. Tidak lama kemudian, anak kedua Hermanto akan mengantar nasi ke Polsek, tetapi ditolak. Anaknya tidak boleh bertemu dengan ayahnya dengan alasan sudah dikasih makan.

"Jam 10 malam pak RT gedor rumah, ngabarkan Hermanto meninggal dunia dibawa ke RS Sobirin," kata Kahar di rumah duka.

Kahar menjelaskan, di rumah sakit keluarga sempat dilarang oleh pihak rumah sakit untuk melihat jenazah. Namun pihak keluarga tetap ingin melihat jenazah Hermanto. Setelah dilihat pihak keluarga terkejut karena kondisi tubuh hermanto penuh dengan luka lebam.

"Jenazah kami bawa ke rumah duka, pas dilihat banyak lebam dan patah. Padahal saat ditangkap Hermanto sehat walafiat," katanya.

Ditambahkan Kahar karena merasa ada kejanggalan maka jenazah kembali dibawa ke rumah sakit ke untuk dilakukan visum. Pihak keluarga tidak terima dengan kondisi yang dialami Hermanto.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Covid-19 Melonjak, Dinkes Sumsel Keluarkan Surat Edaran untuk Rumah Sakit

57 tahun lalu

BMKG: Waspada Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Sumsel

57 tahun lalu

5 Pasien Covid-19 di Sumsel Meninggal, Dinkes Sebut Belum Vaksin Lengkap

57 tahun lalu

Peringatan Dini BMKG: 6 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan

57 tahun lalu

Perindo Sumsel: Setelah Launching Pemilu Serentak, Wajib Edukasi Politik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal