Taliban Peringatkan Amerika Tak Ikut Campur terkait Memperlakukan Perempuan

Muhaimin
Taliban meminta Amerika Serikat tidak mencampuri cara mereka memperlakukan perempuan. (Foto: Ilustrasi/Ist)

KABUL, iNews.id - Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak ikut campur tentang cara mereka memperlakukan perempuan. Taliban mengklaim menjamin kaum perempuan Afghanistan mendapatkan hak pendidikan dan bisa bekerja, namun tetap wajib berhijab. 

Juru bicara Taliban, Suhail Shaheen, mengatakan kepada Fox News pada hari Jumat bahwa tidak akan ada masalah tentang hak-hak perempuan setelah pengambilalihan kekuasaan Afghanistan. Tapi, pihaknya menentang pandangan Barat bahwa perempuan harus memiliki pendidikan tanpa harus berhijab.

"Ini adalah perubahan budaya," katanya. "Budaya kita...mereka (kaum wanita) bisa mengenyam pendidikan dengan hijab. Mereka bisa bekerja dengan hijab."

Ketika ditanya tentang hubungan masa depan dengan AS, Shaheen berkata, "Kita harus berfokus pada bagaimana kita dapat bekerja sama dengan cara yang positif dan konstruktif yang merupakan kepentingan terbaik kedua belah pihak."

"Tidak akan ada masalah tentang hak-hak perempuan. Tidak ada masalah tentang pendidikan mereka, pekerjaan mereka," ujarnya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

17 Orang Tewas saat Taliban Rayakan Jatuhnya Provinsi Panjshir dengan Tembakan

57 tahun lalu

Tiba di Palembang, Kapolda Sumsel yang Baru Disambut Para Pejabat Utama

57 tahun lalu

BPN Sumsel Target Sertifikasi 400.000 Bidang Tanah Selesai 2025

57 tahun lalu

Taliban Klaim Rebut Provinsi Terakhir Panjshir, Kendalikan Seluruh Afghanistan

57 tahun lalu

Penyebaran Covid-19 di Sumsel Turun Signifikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal