Syahrizal menegaskan bahwa tidak perlu khawatir berlebihan terhadap munculnya varian baru- yg pada dasarnya mutasi dapat terjadi di negara manapun. “ Perlu didukung upaya pemerintah untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan sekuensial genetik terhadap virus yg beredar di dalam negeri,” tuturnya.
“Selagi situasi wabah masih fluktuatif dan pemberian vaksin masih terbatas, pencegahan 3M dan menghindari kerumunan serta upaya pemerintah dalam 3T perlu ditingkatkan. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) harus dilaksanakan lebih ketat dan lebih tegas. Seluruh acara yang berpotensi kerumunan harus dilarang, termasuk acara-acara pernikahan dan kegiatan sosial lainnya” ujar Syahrizal.
“Vaksinasi sama sekali tidak memunculkan varian virus baru, bahan-bahan pembuat vaksin tidak mendorong munculnya mutase,” jelas Syahrizal.
Menurut Syahrizal saat ini yang mesti dilakukan oleh pemerintah adalah menurunkan angka kematian, menurunkan beban pelayanan dan biaya pelayanan kesehatan, yaitu dengan cara yang tepat dalam strategi vaksinasi. “Upaya mencapai herd immunity baru akan tercapai tahun 2022,” katanya.
“Sehingga ketersediaan vaksin untuk kelompok lansia dan komorbid perlu dipercepat. Saatnya pemerintah untuk membuka diri dan mempertimbangkan bukti- bukti ilmiah di China, Brazil dan Turki bahwa Sinovac aman untuk kelompok Lansia. Jika tetap menunggu vaksin Pfizer misalnya terjadi penundaan yang merugikan dari aspek Cost- effectiveness program,” ucapnya.