Deretan Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal

Tika Vidya Utami
Ilustrasi mitigasi bencana berbasis kearifan lokal. (Foto: djpk.kemenkeu.go.id)

Bahkan, lagu Teteu sudah ada sejak nenek moyang mereka mendiami Mentawai.  Dalam Bahasa Mentawai, Teteu diartikan sebagai kakek atau gempa bumi. Sementara Amusiat Loga diartikan sebagai bentuk kepanikan tupai saat terjadi gempa.

Bagi masyarakat Mentawai, Teteu merupakan salah satu penguasa bumi. Apabila Teteu murka, dia akan menggoncangkan Bumi hingga terjadi gempa. Sebelum gempa mengguncang, terdapat tanda yang disampaikan oleh binatang. Misalnya, tupai akan tampak gelisah. 

Selain itu, ayam juga akan berkotek tanpa ada sebab. Teteu Amusiast Loga ini menceritakan tentang kearifan masyarakat Mentawai guna menjaga keseimbangan alam sehingga terhindar dari bencana.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
5 hari lalu

Harmoni Rasa Nusantara: Ketika Kekayaan Kuliner Indonesia Bertemu dalam Sentuhan Modern

19 hari lalu

Perjuangan Polisi Jangkau Korban Gempa di Manggarai Timur, 5 Jam Lewati Jalan Rusak

1 bulan lalu

Doa Rabu Wekasan 2026 Lengkap dengan Artinya agar Dijauhkan dari Bencana

6 bulan lalu

Dikunjungi Dubes Boroujerdi, Jokowi Sampaikan Simpati ke Rakyat Iran

8 bulan lalu

Dubes Belanda Temui Jokowi di Solo, Bahas Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal