Pengadaan baju dinas baru dengan anggaran yang fantastis itu dicibir warga. Apalagi saat ini kondisi ekonomi warga sebagai pembayar pajak sedang sulit akibat terdampak pandemi Covid-19.
"Rakyat susah makan, dewannya malah beli baju mahal. Mereka mewakili siapa?," kata Rustam, warga Kota Medan, Rabu (1/9/2021).
"Kalau kerjanya bagus entah pula. Dari sejak terpilih sampai sekarang, kami enggak kenal pun dengan mereka. Mau beli baju baru untuk apa. Lebaran masih lama," ucap Zunaidi, warga Binjai.