TOBA SAMOSIR – Jembatan berlantai papan di Desa Siantar Utara, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir, terlihat lapuk dan dipenuhi lubang. Kondisi ini mengancam keselamatan warga yang melintas. Warga berharap agar pemerintah segera memperbaiki jembatan sepanjang 80 meter tersebut.
Jembatan ini menjadi akses satu-satunya yang menghubungkan Desa Siantar Utara dengan Desa Tangga Batu Dua. Jembatan yang menyeberangi Sungai Asahan ini dibangun pada tahun 1982 dengan menggunakan besi sebagai tiang penyangga dan terali besi setinggi satu meter sebagai pembatas.
Menurut keterangan warga, jembatan ini terakhir kali diperbaiki pada 2012 lalu. Saat itu, semua lantai papan diganti dengan yang baru. Meskipun baru berusia lima tahun, papan tersebut sudah lapuk dan dipenuhi lubang. Bahkan, para pengendara terpaksa harus berhenti untuk menutupi sementara lubang yang menganga saat hendak melintas.
“Memang kalau kita lihat dari waktunya, usia lantai papan ini sekarang masih sekitar lima tahun. Tapi ya itulah, entah ini bahan yang sudah lapuk dulu sehingga kondisinya sudah seperti ini, kita nggak tahu,” kata warga Desa Siantar Utara, Bianto Sitorus, Senin (23/10/2017).
Dia menambahkan, sekitar dua tahun lalu, seorang anak sekolah pernah jatuh dari jembatan tersebut karena menginjak bagian papan yang sudah lapuk. Beruntung, saat itu korban berhasil diselamatkan warga dari sungai sedalam tujuh meter itu. Kejadian yang sama bisa saja terulang jika pemerintah tidak segera memperbaiki jembatan yang rusak.
“Kami mohon kepada pemerintah segera memperbaiki jembatan ini agar jangan sampai memakan korban lagi seperti anak sekolah yang dulu pernah jatuh dari sini,” kata Bianto Sitorus.