Kapolsek AKP Ramot kemudian menelepon agar didatangkan satu unit alat berat crane untuk mengevakuasi truk fuso tersebut. Saat keempatnya kembali mengatur arus lalu lintas dengan memberlakukan satu arah, meluncur satu unit Avanza hitam mengambil jalur kanan yang berlawanan.
Melihat hal itu, AKP Ramot menghampiri mobil tersebut dan menanyakan tujuannya hendak ke mana. Namun seorang penumpang mobil berpakaian tentara turun dan menuding Kapolsek berlaku tidak sopan serta menampar wajahnya.
Mengalami perlakuan kasar tersebut, AKP Ramot berupaya menjelaskan personelnya dan masyarakat sudah lelah mengatur lalu lintas. Namun hal tersebut justru semakin memicu kemarahan oknum tentara tersebut.
Kemarahannya coba diredam anggota Polsek Pahae Jae. Mereka menarik dan mengamankan oknum tersebut karena sudah dikejar massa.
Selanjutnya pada pukul 13.30 WIB, sejumlah personel TNI Kompi Senapan A Yonif 123 Rajawali Lapo Gambiri mendatangi lokasi dengan membawa senjata laras panjang, aspak, double stik dan sangkur. Mereka langsung mengejar dan memukuli personel Polsek Pahae Jae yang ada di lokasi.