Saat kejadian, kedua personel ini dalam perjalanan menuju Tarutung untuk mengurus santunan jasa raharja dari keluarga Kapolsek Sipirok AKP Hermansyah ke Unit Lakalantas Polres Tapanuli Utara pada pukul 13.00 WIB.
Sekitar pukul 14.00 WIB, korban terjebak macet di Jalinsum Sipirok-Tarutung. Melihat kondisi jalan, Aiptu Velberik turun dari mobil bermaksud hendak melihat penyebab kemacetan.
Begitu turun, Aiptu Velberik melihat dari arah Tarutung ada dua anggota Polri (berpakaian dinas dan berpakaian preman) berlari menuju arahnya dan terus berlari. Ternyata dari arah belakang kedua polisi tersebut ramai datang anggota TNI AD berpakaian dinas dan preman membawa senjata laras panjang dengan berlari.
Melihat Aiptu Velberik, para anggota TNI-AD tersebut turut menganiayanya. Saat melihat Ipda Bangun di dalam mobil, para pelaku juga membuka pintu mobil dan menarik keluar secara paksa lalu memukuli korban hingga terjatuh.
Tak berapa lama, anggota Bhabinsa Pahae Jae bermarga Harahap yang mengenal Ipda Bangun segera melerai serta menyelamatkan keduanya. Dia mengatakan jika keduanya merupakan warga Sipirok sehingga para pelaku berhenti memukuli kedua anggota Polri tersebut. Setelah itu, mereka dibawa berobat ke rumah bidan terdekat untuk mendapatkan pelayanan medis dan kembali ke Polsek Sipirok.