"Loka karya ini mengusung tema efisiensi dan efektivitas penyelengaraan pemerintahan daerah di era pandemi Covid-19," ucapnya.
Diketahui, Menara Pandang KRTS pada setiap lantainya dihubungkan elevator (Lift) mampu menampung kapasitas 25 orang. Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu juga pernah menyatakan pembangunannya tanpa menggunakan uang APBD. Menari ini memiliki luas bangunan lebih kurang 580 meter persegi dan akan menjadi aset daerah.
"Kami optimistis KRTS (Menara Pandang) bakal menjadi ikon di Kawasan Pantai Barat Sumatra Utara, bahkan menjadi ikon bagi daerah lain di Indonesia, setelah Kebun Raya Bogor," katanya.