Palak Bocah Rp2.000, Preman Bertato di Medan Menangis Ditangkap Polisi

Ahmad Ridwan Nasution
Preman kampung pemalak bocah pedagang asongan yang menangis saat ditangkap polisi di Medan. (Foto: iNews/Ahmad Ridwan Nasution)

Sementara itu, pelaku mengakui perbuatannya saat diinterogasi. Dia memukul bocah tersebut lantaran tidak diberi uang.

"Saya baru bangun dan lapar. Saya minta uang Rp2.000 untuk beli es tapi tidak diberi, jadi saya pukul," ujarnya. 

Pelaku berulang kali memohon ampun dan duduk di lantai sambil bersimpuh di depan polisi. Bahkan dia menangis setelah dihukum push-up hingga tangannya gemetaran. 

Setelah dimediasi, korban akhirnya memaafkan pelaku dengan catatan tak lagi melakukan pemalakan. Pelaku kemudian diganjar berjalan jongkok dan dibebaskan polisi.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
7 jam lalu

Viral Driver Ojol Gagalkan Curanmor di Medan, 2 Pelaku Kabur dari Kejaran Polisi

2 hari lalu

Viral Celetukan Lurah di Medan Berujung Hukuman Disiplin, Dinilai Langgar Kode Etik

5 hari lalu

DPO Kasus Ekstasi Ditangkap di Riau, Bareskrim Telusuri Jaringan Narkoba Medan

8 hari lalu

Terungkap! Ledakan Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Dipicu Kebocoran Gas Tanam

9 hari lalu

Update Rumah Mewah Meledak di Grand Polonia Medan, PGN Bantah Kebocoran Gas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal