Palak Bocah Rp2.000, Preman Bertato di Medan Menangis Ditangkap Polisi

Ahmad Ridwan Nasution
Preman kampung pemalak bocah pedagang asongan yang menangis saat ditangkap polisi di Medan. (Foto: iNews/Ahmad Ridwan Nasution)

Sementara itu, pelaku mengakui perbuatannya saat diinterogasi. Dia memukul bocah tersebut lantaran tidak diberi uang.

"Saya baru bangun dan lapar. Saya minta uang Rp2.000 untuk beli es tapi tidak diberi, jadi saya pukul," ujarnya. 

Pelaku berulang kali memohon ampun dan duduk di lantai sambil bersimpuh di depan polisi. Bahkan dia menangis setelah dihukum push-up hingga tangannya gemetaran. 

Setelah dimediasi, korban akhirnya memaafkan pelaku dengan catatan tak lagi melakukan pemalakan. Pelaku kemudian diganjar berjalan jongkok dan dibebaskan polisi.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
9 jam lalu

TikToker di Medan Ditetapkan Tersangka Kasus Penistaan Agama, Dijerat Pasal Berlapis

9 hari lalu

Pengosongan Rumah Aset PT KAI di Medan Diwarnai Perlawanan, Penghuni Acungkan Parang

10 hari lalu

Dramatis! Tembus Hujan Deras, Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Sungai Deli Medan

11 hari lalu

Penggerebekan Narkoba di Medan Diwarnai Tembakan, Sejumlah Orang Nekat Nyemplung ke Sungai

20 hari lalu

17 Siswa SD di Medan Muntah Usai Santap MBG, Guru Panik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal