Polisi Profiling Pelaku Begal di Medan, Ternyata Begini Hasilnya

Wahyudi Aulia Siregar
Ketua Tim Psikologi Polda Sumut AKP Zulhafni saat memeriksa pelaku begal di Medan. (foto: Polda Sumut)

Namun keinginan untuk pengakuan eksistensi terhadap diri mereka pada jalur menyimpang. Ada rasa bangga terhadap statusnya sebagai begal atau kejahatan jalanan.

Hal ini membuat mereka merasa lebih dari orang lain, tidak ada yang ditakuti sehingga ketika dihadapkan pada permasalahan dengan orang lain, rasa egonya muncul.

Zulhafni menambahkan, kondisi ini membuat mereka merasa superior dan menjadikan perilakunya muncul secara spontan tanpa dipertimbangkan akibatnya terlebih dahulu bagi dirinya dan lingkungan sekitar.

Menurut Zulhafni, kesimpulan dari hasil pemeriksaan secara psikologis, peristiwa pencurian dengan kekerasan atau begal ini terjadi karena mereka ingin menunjukkan eksistensinya.

"Namun tanpa disertai pertimbangan yang matang dan dampak yang ditimbulkan karena sikap kedewasaan yang belum terbentuk secara penuh atau Immature,” katanya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Remaja di Makassar Pesta Miras lalu Serang Permukiman Warga demi Konten, 3 Ditangkap

57 tahun lalu

Polda Lampung Sikat 75 Kasus Kejahatan Jalanan dalam 18 Hari, 95 Tersangka Ditangkap

57 tahun lalu

Kronologi Remaja di OKI Tewas Ditembak Teman saat Live TikTok Pakai Pistol

57 tahun lalu

Kecelakaan Beruntun 3 Kendaraan di Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi, 2 Orang Luka-Luka

57 tahun lalu

105 Pelaku Begal Ditangkap, Polda Jateng: Tembak di Tembak jika Melawan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal