Mengenai pendanaan RS Martha Friska, Gubernur menyampaikan akan tetap memberi stimulus kesehatan kepada operasional rumah sakit tersebut. Dukungan termasuk berbagai alat dan obat-obatan masih didukung oleh Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut.
“Pendanaannya ditanggung rumah sakit, tapi nanti kita fasilitasi dan berikan stimulus kesehatan. Sebagian alatnya dari provinsi, termasuk obat-obatan nanti kita dukung, BPJS kita bantu sehingga rumah sakit ini hidup dan mandiri,” kata Edy Rahmayadi.
Edy juga sempat memberi semangat pada tenaga kesehatan (nakes) RS Martha Friska. Dia berpesan agar nakes bekerja menggunakan hati dan senantiasa berdoa sewaktu merawat pasien. Bahkan, Edy juga langsung memimpin doa bersama, sebelum para nakes bekerja.
“Jadi selamat bekerja, bekerja pakai hati, sebelum merawat orang berdoa dulu, rawatlah orang dengan penuh kasih sayang, apapun agamanya, sukunya, kalian doakan dia (pasien),” kata Edy.
Direktur RS Martha Friska Fransiscus Ginting mengatakan RS Martha Friska akan terus mengoptimalkan pelayanannya. Saat ini RS Martha Friska mampu menampung 200 pasien. RS Martha Friska juga akan mengoptimalkan 12 unit ICU, serta menambah mobile PCR yang bisa melakukan tes sebanyak 200 per hari.
“Target kita meningkatkan pelayanan dan mengurangi tingkat kematian,” ujarnya.