Serangan Hama Tikus, Petani di Tapanuli Selatan Terancam Gagal Panen

Antara
Ratusan ekor tikus hasil buruan yang merusak puluhan bahkan ratusan hektare lahan sawah di Kecamatan Angkola Muaratais, Tapanuli Selatan. (ANTARA/HO)

"Hama tikus ini siklus lima tahunan dan sebelum musim tanam kami sudah ingatkan petani, bahkan mengajak untuk melakukan perburuan," katanya.

Dia menjelaskan, di Desa Purba Nauli, Tatengger, Sorimanaon, Pangaribuan dan Desa Angkola Muaratais (satu hamparan) memiliki luas tanam sawah 441 hektare.

"Beberapa hektare sudah mulai rusak hama tikus dan terjadinya puso atau gagal panen cukup berpotensi," ucapnya.

Koordinator POPT-PHP Angkola Muaratais dan Batang Angkola Ali Husni mengatakan, bersama BPP dan masyarakat sudah berupaya melakukan pembasmian hama tikus di wilayah kerjanya. Namun serangan tikus semakin brutal.

"Pemakaian tiran, racun tikus dan berburu sudah kami lakukan, hanya saja serangan tikus luar biasa. Kami akan terus bekerja secara optimal. Tikus-tikus itu bermigrasi dari areal sawah yang lebih dulu panen," katanya.

Diketahui wilayah Kecamatan Angkola Muaratais dan Batang Angkola memiliki luas baku sawah 2.689 hektare. Saat ini, wilayah tersebut sedang memasuki masa musim tanam padi.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
1 hari lalu

Buaya Berkeliaran di Sawah Warga Wajo, Petani Nyaris Injak Langsung Loncat

17 hari lalu

Rebutan Air Irigasi Sawah, Petani di Sragen Tewas Ditikam Tetangga

17 hari lalu

Ditusuk Tetangga saat Jogging, Kakek 65 Tahun di Sragen Tewas Mengenaskan

20 hari lalu

Tragis! Petani di Malang Tewas Terjebak Api saat Padamkan Kebakaran Lahan Tebu

2 bulan lalu

Tragis! Petani di Lamongan Tewas Dipukul Tetangga gegara Dituduh Isu Santet

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal