Tak Hanya Virus Korona, Pemprov Sumut Fokus Antisipasi Penyebaran Difteri

Stepanus Purba
Ilustrasi virus korona. (Foto: Istimewa)

"Tapi seharusnya cakupan 90 persen. Untuk itu, tahun ini kami akan meningkatkan cakupan imunisasi dan kualitasnya," kata Teguh.

Dia menyebutkan, penularan difteri sangat cepat bagi anak yang tidak pernah dapat imunisasi DPT (difteri, pertusis, tetanus). Oleh sebab itu, yang perlu diantisipasi yakni orang-orang yang berhubungan atau kontak dengan anak-anak seperti guru TK maupun SD.

“Contohnya saat difteri menginfeksi seseorang, mungkin dia hanya merasa batuk-batuk biasa saja. Padahal sudah difteri. Nah, begitu dia dekat anak balita yang tidak imunisasi, maka tertular-lah anak itu," katanya menjelaskan.

Dinkes juga akan melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri sebagai upaya antisipasi. Misal ada satu desa ditemukan penderita difteri, maka cakupan imunisasi DPT harus ditingkatkan.

"Jadi dilihat cakupan imunisasi DPT-nya, kemudian dari hasil penyidikan dimungkinkan nggak vaksin diberikan kepada anak di bawah 18 tahun. Makanya, kemarin mahasiswa USU yang ada kontak dengan mahasiswi yang meninggal suspect difteri diberi vaksin semuanya," ujar Teguh.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
14 hari lalu

3 Anak Sekeluarga di Majalengka Meninggal Diduga karena Virus, Keluarga Jalani Tes Swab

14 hari lalu

3 Anak Sekeluarga di Majalengka Meninggal Beruntun usai Demam, Diduga karena Virus

1 bulan lalu

Update Korban Keracunan MBG Sidoarjo Bertambah Jadi 666 Santri, 53 Masih Dirawat di RS

1 bulan lalu

Update Keracunan MBG di Sidoarjo: Korban Tembus 566 Orang, 88 Masih Dirawat

2 bulan lalu

Ramai Kabar 522 Pelajar Terpapar HIV/AIDS, Ini Penjelasan Dinkes Sidoarjo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal