Kondisi yang ada saat ini, bandara sudah hampir selesai. Sedangkan konektivitas dengan kereta dan jalan tol bel ada. Bahkan pengadaan lahan saja juga belum terpikirkan. “Masalah ini akan kami bawa dalam rapat kerja dengan mitra kerja secepatnya,” ucapnya.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi berharap adanya dukungan dari Komisi V untuk mengatasi permasalahan aksesibilitas ini. Jangan sampai bandara jadi namun akses yang ada masih terbatas. Apalagi bandara YIA memiliki kapasitas yang sangat besar. “Aksesibilitas ini yang harus diprioritaskan agar progres yang ada bisa terselesaikan,” katanya.
Ke depan, kata dia, Bandara YIA ini akan dilengkapi dengan kereta api yang langsung masuk bandara. Sesuai target pada 2020 harus sudah terbangun dan terintegrasi dengan bandara. “Secara bertahap kita akan pindah 65 penerbangan di Adistujipto ke YIA. Khususnya yang dari luar Jawa,” ujarnya.