Bahas Polemik Kata Anjay, UGM Singgung Candaan Asem dan Bajigur dalam Masyarakat Jawa

Nani Suherni
Tangkapan layar trending topic Twitter

YOGYAKARTA, iNews.id -Polemik kata Anjay baru-baru ini mengemuka di berbagai media termasuk media sosial serta melibatkan Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA). Polemik inipun telah menyedot perhatian publik di tengah pandemi Covid-19.

Terlepas dari polemik yang terjadi, Linguis Sastra Indonesia UGM Suhandono, memberikan pandangannya. Menurutnya, makna kata itu apa yang ada dalam pikiran ketika mendengar atau membaca suatu. Makna ada dalam pikiran bisa berbeda antara orang per orang, tergantung pada pengalamannya.

Demikian pula tentang kata anjay orang bisa memaknainya berbeda-beda. Jika mereka belum tahu dan kemudian diberi penjelasan apa arti kata anjay, mungkin mereka akan menerima penjelasan itu.

“Tetapi meskipun belum tahu orang bisa mengira-ira makna kata berdasarkan pengalamannya," ujarnya, dilansir website resmi UGM, Rabu (2/9/2020).

Dalam kehidupan sehari-hari, kata Suhandano, ada saja kata yang diplesetkan. Demikian pula dengan kata anjay, orang bisa saja menafsirkan sebagai plesetan anjing sehingga bermakna jelek apabila digunakan untuk memaki.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
7 jam lalu

Minta Maaf, Gubernur Lampung Janji Perbaiki Jalan usai Viral Ibu Lahiran di Mobil

8 jam lalu

Viral Mobil Terbengkalai di Bandung, Terparkir di Pinggir Jalan Hampir Setahun

10 jam lalu

Viral Kakek di Lebak Ikat Perut Pakai Tali demi Tahan Lapar saat Jualan Kangkung

13 jam lalu

Viral Ibu Hamil Melahirkan dalam Mobil gegara Jalan Rusak, Gubernur Lampung Minta Maaf

3 hari lalu

Harimau Putih Anggun Mati di Semarang Zoo, Pemkot Turun Tangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal