Bahas Polemik Kata Anjay, UGM Singgung Candaan Asem dan Bajigur dalam Masyarakat Jawa

Nani Suherni
Tangkapan layar trending topic Twitter

Menurut Suhandano, kata anjing dalam makian memiliki makna jelek karena dalam budaya Indonesia anjing dikonotasikan seperti najis, kotor, rakus. Sementara dalam makian orang terkadang memplesetkan kata itu karena tidak sampai hati mengucapkan apa adanya sebab akan terkesan vulgar.

“Demikian juga makian asem dan bajigur dalam masyarakat Jawa, misalnya, maksudnya tentu bukan buah asam dan jenis minuman tentunya," katanya.

Oleh karena itu, kata anjay dan lain yang bisa menimbulkan kesan buruk, dan salah paham sebaiknya dihindari. Meski begitu bila dalam konteks dan orang yang terlibat dalam percakapan sudah saling mengenal dengan baik bisa saja kata-kata semacam itu dipergunakan.

“Konteksnya beda, dalam dunia komedi misalnya, mungkin ada kata yang lebih vulgar dari itu, tapi biasa saja sebab dalam konteks melawak hal yang menyimpang dari hal yang umum bisa dianggap wajar," ujarnya.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
8 hari lalu

Viral Pengeroyokan di Mojokerto Gunakan Sajam, 21 Pemuda Ditangkap

12 hari lalu

Viral Balita Menangis Sendirian Ditinggal Orang Tua ke Puncak Gunung Prau

15 hari lalu

Bikin Geram! Pria Lempar Kucing dari Lantai 5 Rusunawa Brantas Probolinggo hingga Mati

29 hari lalu

Viral Brigpol IGWT Diduga Jual Senpi Ilegal, Ternyata Anggota Polres Gianyar Ini Pembelinya

31 hari lalu

Kasus Penistaan Agama Injak Alquran di Lebak, Ini Vonis untuk 2 Terdakwa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal