Cegah Hoaks, Santri di Kulonprogo Diminta Tidak Belajar lewat Google

Kuntadi
Santri Ponpes Nurul Haromain Kulonprogo bertekad memerangi hoaks. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

Kepada masyarakat, Sirodjan juga mengajak untuk bisa menyadari perbedaan. Di dalam ajaran Islam, Perbedaan adalah rahmat yang tidak seharusnya menjadikan perpecahan, termasuk perbedaan dalam pilihan politik dalam pemilu.

“Tidak ada yang sempurna di antara kita, mari kita Jaga kerukunan karena Pemilu di mana-mana memang rawan, tidak hanya di Yogya. Tugas kita selalu mengingatkan betapa penting menjaga kerukunan,” ucapnya.

Seorang santri, Agus Kurniawan mengaku siap menjadi duta anti hoaks dan menyebarkan pesan Pemilu damai kepada masyarakat. Informasi yang diterima tidak akan ditelan mentah-mentah. Namun akan di tabayun dan jangan percaya berita di media sosial. “Selebihnya kami akan melakukan pendekatan dengan ajaran agama dan budaya santri kepada masyarakat,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mengerikan! Truk Towing Bermuatan Alat Berat Meluncur Mundur Tabrak Masjid di Kulonprogo

57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor di Kulonprogo, 4 Rumah Rusak dan Sejumlah Jalan Tertutup

57 tahun lalu

Hujan Deras, Tebing Longsor di Kulonprogo Terjang Rumah Warga

57 tahun lalu

Kisah Pilu Siswi SD di Kulonprogo, Sekolah Sambil Momong Adik karena Ibunda Derita Kanker

57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Tebing Longsor di Kulonprogo Timpa Rumah Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal