Cegah Kerumunan, Keraton Yogyakarta Tiadakan Tradisi Grebeg Syawal 2021

Antara
Sejumlah warga berebut gunungan saat prosesi Grebeg Syawal 1440 H di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta dua tahun lalu. (Foto: Antara)

Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Yogyakarta GKR Condrokirono mengungkapkan, kendati acara ditiadakan, akan tetap melakukan penyesuaian prosesi pembagian rengginang secara terbatas untuk kalangan internal Keraton.

"Rengginang ini juga akan dibagikan ke dua tempat yang berbeda sebagaimana Grebeg pada umumnya, yakni Puro Pakualaman dan Kepatihan," kata Condrokirono.

Menurutnya, meski arak-arakan gunungan dan prajurit pada Grebeg Syawal tidak diselenggarakan, makna acara tradisi tersebut tidaklah hilang.

"Meski tidak ada prosesi arak-arakan prajurit dan gunungan, Grebeg tetap tidak kehilangan esensinya, yakni perwujudan rasa syukur dari raja atas melimpahnya hasil bumi yang dibagikan untuk rakyatnya," kata putri kedua Sultan HB X tersebut.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Napak Tilas Sultan HB X di Sragen, Telusuri Jejak Panjang Perjalanan Pangeran Mangkubumi

3 bulan lalu

Pacu Jawi Minangkabau, Adu Ketangkasan Joki dan Kecepatan Sapi di Sawah Berlumpur

4 bulan lalu

Keraton Yogya Berduka, Bagas Korban Tewas saat Glamping Ternyata Fotografer Tundha Yekti

4 bulan lalu

Sekeluarga Tewas di Temanggung, 1 Korban Mahasiswa UGM dan Fotografer Keraton Yogya

6 bulan lalu

Momen Tradisi Riyayan di Grahadi, Warga Jatim Antre Salaman dengan Khofifah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal