Dihantam Badai Penyakit Ternak, Sapi Gunungkidul Tak Laku

erfan erlin
Kondisi pasar hewan Siyonoharjo Gunungkidul sepi, lantaran sapi tak laku. (foto: MPI/Erfan erlin)

Penyakit antraks sempat membuat harga sapi terpuruk. Ketika harga sapi hampir pulih, muncul penyakit mulut dan kuku. Belakangan ada lagi penyakit LSD.

“Sapi yang dibawa ke pasar hewan banyak yang tidak laku karena pembeli masih khawatir akan paparan penyakit tersebut,” ujarnya. 

Peternak semakin terjepit karena sekarang untuk memelihara sapi biayanya melonjak. Salah satu pemicunya adalah naiknya harga Polard yang naik dari Rp350.000 per zak menjadi Rp450.000.

"Kalau polard itu kami sangat butuh. Lha kalau Ndak di-polard tidak bisa gemuk," kata dia.

Di sisi lain, untuk mencari rumput kian sulit karena banyak lahan yang berganti menjadi tanaman jati. Pohon-pohon yang awalnya bisa dimanfaatkan daunnya untuk pakan, kini te;ah diganti.

"Ya sebenarnya rugi kalau dihitung-itung. Apalagi kalau dihitung tenaga dan waktu, tapi itu salah satu tabungan kami," ujar dia.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor Bukit Clongop, Jalur Penghubung Jateng–DIY Ditutup

57 tahun lalu

Hati-Hati Modus Kejahatan, Penipuan Jual Beli Online Emas Antam Diungkap Polres Gunungkidul

57 tahun lalu

3 Jalur Alternatif ke Gunungkidul Ini Jadi Favorit Wisatawan Lokal, Cocok untuk Weekend Trip

57 tahun lalu

Tenda Drag Race di Gunungkidul Roboh Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Sejumlah Mobil Rusak

57 tahun lalu

Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Tenda Arena Balap Mobil di Gunungkidul Porak-poranda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal