DPRD Kulonprogo Soroti Maraknya Pelajar SMP Bawa Motor ke Sekolah

Kuntadi
Anggota Komisi IV DPRD Kulonprogo Muhtarom Asrorie (Foto: istimewa)

KULONPROGO, iNews.id - Komisi IV DPRD Kulonprogo menyoroti maraknya pelajar di bawah umur yang mengendarai sepeda motor untuk berangkat ke sekolah. Kasus terakhir pelajar SMP di Kapanewon Galur, terlibat kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan pengendara lain meninggal dunia. 

“Kami sangat prihatin dengan banyaknya pelajar yang masih di bawah umur mengendarai motor. Tidak sedikit dipakai ke sekolah,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo, Muhtarom Asrorie. 

Secara psikologis, anak-anak belum siap saat mengendarai sepeda motor. Mereka sangat labil dan mudah tergoda ketika akan balapan dan kebut-kebutan liar. Sementara salah satu persyaratan berkendaraan harus memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi).  

“Disdikpora harus membuat larangan agar anak-anak SMP tidak naik motor ke sekolah” katanya. 

Sekolah juga harus membuat surat edaran untuk disampaikan kepada orang tuanya. Anak-anak masih bisa bersekolah dengan mengendarai sepeda, diantar atau angkutan umum. 

“Jangan sampai kejadian kecelakaan terulang lagu, anak-anak harus diingatkan,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
6 hari lalu

Mobil Alphard Kiai Anwar Zahid Ditabrak Truk di Bojonegoro, Polisi Ungkap Penyebabnya

6 hari lalu

Kondisi KH Anwar Zahid usai Mobil Alphard Ditabrak Truk Trailer di Bojonegoro

8 hari lalu

Kecelakaan di Batam, Mobil Sigra Tabrak Avanza Berhenti di Lampu Merah

13 hari lalu

Kecelakaan di Bangkalan, Pemotor Lansia Ditabrak Mobil usai Terobos Jalur Suramadu

14 hari lalu

Sopir Mabuk, Truk Trailer Tabar 2 Lapak PKL dan Motor di Jombang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal