Dijelaskan Krido, pemasangan patok dilakukan secara pararel. Saat pematokan dilakukan, sejumlah perwakilan dari pemerintah pusat hingga daerah dijadwalkan hadir. Adapun target pemasangan patok untuk ruas jalan tol ini diharapkan selesai dalam waktu dua bulan.
Setelah pemasangan patok selesai, tahapan selanjutnya adalah pembahasan masalah ganti rugi yang juga dilakukan secara bertahap. Total pembangunan jalan tol Jogja-Solo berdampak pada 3.006 bidang seluas 177,5 hektare dan 2.978 warga.
"Kami berharap proses pemasangan patok selesai dalam dua bulan, dilakukan secara paralel agar realisasi pembayaran ganti untung juga secara bertahap, bisa dilakukan sebelum akhir tahun ini," katanya.
Untuk pembayaran ganti rugi kepada warga terdampak, lanjut Krido, akan melibatkan tim appraisal (penaksir) tanah independen. Alasannya, karena pengadaan tanah jalan tol bukan merupakan proses jual beli tetapi pelepasan tanah. Dia menyebut jika peran pemilik lahan sangat strategis untuk memberikan informasi lengkap terkait proses penaksiran tanah yang terdampak pembangunan jalan tol tersebut.
"Tim pengadaan lahan dilakukan oleh Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIY. Tim ini yang akan melakukan pembayaran ganti untung. Adapun tim persiapan hanya bertugas sampai pemasangan patok saja," kata Krido.