Pembuatan mural ini menjadi bagian dari pembuatan videotron iklan layanan masyarakat kampanye cinta satwa melalui gerakan stop konsumsi daging anjing.
Alya tampak cukup menikmati proses pembuatan mural ini. Meski berada di bawah jembatan kereta api, dia terlibat langsung dari proses pembuatan sketsa melukis gambar sampai dengan menggoreskan kuas untuk memberikan warna pada objek gambar. "Mural ini bukan vandalisme dan ini legal didukung oleh wali kota," ucapnya.
Proses pembuatan mural ini melibatkan sejumlah seniman dan relawan pemerhati satwa yang ada di Yogyakarta. Seperti dari Animal Friend Jogja, Koalisi Dog Meat Free Indonesia sampai musisi Shaggy Dog.
"Kita gandeng Alya karena dia memang pecinta seni untuk ikut peduli stop konsumsi daging anjing," kata Angelina Pane, pendiri Animal Friend Jogja.
Karya Alya yang berada di ruang publik, kata dia, diharapkan akan mampu menyedot perhatian masyarakat. Apalagi lokasinya berada di sisi timur Malioboro yang cukup padat arus lalu lintasnya. Harapannya masyarakat akan tertarik dan mendukung program cinta satwa ini. "Anjing adalah hewan piaraan dan sahabat manusia," tandasnya.
Angelina menambahkan, dipilihnya kawasan Malioboro dalam pembuatan mural karena letaknya yang strategis. Tidak hanya terbaca oleh warga lokal DIY namun juga wisatawan yang berkunjung di Malioboro. Apalagi di sekitar kawasan ini juga ada pedagang yang menjual daging olahan anjing. "Jogja itu sudah bebas rabies dan daging yang didatangkan justru dari Jawa Barat yang belum bebas," katanya.